Daisypath Anniversary tickers

Feb 8, 2007

Motor "Pletok" ??

Hue hehehehe.

Kmrin siang tiba2 ada keperluan balik ke kos buat ***off the record***. Abis kirim SOS ...eh..., SMS ke Ka. Div. Transportasi, beliau segera datang bersama derap kuda putihnya. Dengan sayap berkilauan yang dibentangkan, disambutnya aku dengan sejuta senyuman seterik mentari pagi itu. (sama2 bikin silau, maksudnya..)

Dengan semangat membara sambil menepis khayalan berbunga-bunga yg membuat senyum terkembang di mukaku.. aku menyongsongnya di ujung gedung A, tempat kami biasa bertukar janji demi melepas untaian rindu di sela bertumpuk tugas dan pekerjaan masing-masing.

Eitzzz.. kok ada yg aneh?? Karisma biru dan Supra X hitam-merah sudah biasa kulihat. Tapi ini.. tralala.. ehm.. ehm.. *butuh HEXOS ni, kayaknya..* ekhmm.. ekhmm.. mo.. ehm.. tornya kok.. Eh, mana yah, motornya? Ada besi merah gt sih.. kuda bukan, motor juga.. mmm...

"Yuk..", sambut m'Gun sambil senyum2 mamerin motor butut pinjemannya. Hehe..
"OK, ayukss..", jawabku sambil menelan semua rasa curiga dan kekhawatiran.
"Siap? Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.."
"Amin..", jawabku, sambil meredam deg2an duduk di sadel, eh, jok yg rada miring.

Ehm.. lolos deh dari 'loket' parkir. Hah.. hebat juga ni motor tua, masih bisa bertahan sampe sini. Setidaknya kekhawatiranku berkurang sedikit demi sedikit.

Singkat kata, kami tiba juga di depan kosku tercinta setelah sekian kali menahan napas dan sekian kali sekian kali menghembuskannya dengan penuh kelegaan. Fiuhhh.. perjalanan terpanjang dengan jarak yg sama dengan yg biasa kulalui!

"Ikut ke atas ga?", ajakku ke m'Gun.
"Mmm.. di sini aja deh. Nungguin motor ini. Kan ga ada kuncinya."
O-o..

Hehe.. Gt deh sekelumit kisah tentang perkenalanku dengan si 'Pletok' yg secara kebetulan dipertemukan denganku oleh si takdir. Bikin aku lebih menghargai motor yg 'di bawah standar keselamatan POLRI'. Toh ternyata malah menyelamatkanku dalam keadaan 'darurat'. Makasih ya mas.. *loh, kok jd mas??*

Hehehehe..

Feb 6, 2007

Sakit sekali..

[tulis ulang dari down_n_pray - November 20, 2006]

Hari ini seseorang kembali mengingatkanku
tentang siapa aku, bagaimana aku sesungguhnya
betapa aku bukan siapa-siapa
bahwa seindah apapun, aku tak berarti
secerah apapun hidupku, mendung selalu menggantung di dasar hati

Jika manusia adalah debu di mata-Nya,
tentu aku adalah debu paling kecil dan paling hitam
yang mungkin terinjak setiap saat
tanpa seorang pun menyadari keberadaanku yang tak penting bagi siapapun

Sakit sekali..
Mengapa harus kau ingatkan lagi
luka lalu yang mencabik hatiku
menyatu dalam aliran darahku

Sakit sekali..
Sapu tak mempan, sabun tak berdaya
kotoran itu tetap melekat di sekujur tubuhku
*mungkin perlu coba kukorek dengan pisau..*

Sakit sekali..
Seribu kali pun kukibaskan, luka itu tetap menempel
menjadi bayangan yang setia membebani langkahku
yang seolah menghilang sejenak di redup malam
tapi sungguh sedang mengumpulkan kekuatan tuk menantang matahari esok pagi

Sakit sekali..
Sungguh sakit sekali..
Andai bisa kuhapus selamanya dari hidupku
pasti langkahku tak seberat ini

Sakit sekali..
Hari ini kauingatkan lagi
sekujur tubuh serasa mati

Sakit sekali..
Harus sendirian di persimpangan ini
berdiri di ujung hati yang semakin tumpul
menentang terik mentari dan dinginnya malam tanpa seorangpun mengerti

Sakit sekali..
debar jantung seakan ingin mengoyak dada
denyut nadi hendak memuncratkan darah yang tak lagi berwarna
otak tak hendak lagi bekerja
hati entah di mana

Tuhan.. sakit sekali..

First Experience ..

Huwaa..
Hari ini dpt topi baru! Namanya, topi dosen wali! Masih binun nih, sebenernya ni topi warna apa yah??

Hehe.. Musti mulai belajar sabar, toleransi, empati,.. [merah banget, gt loh] Musti duduk diam dengan posisi mendengarkan kl ada yg curhat ngalor ngidul tentang nilai sampai masalah paling pribadi [putih], musti menguras logika kl mereka ngajak itung2an nilai n sks [hitam], melihat-ulang n ngoreksi MK yg mereka ambil [biru], n diharapkan bisa ngasih solusi terbaik buat masalah2 mereka [kuning]. *wah, senangnya.. kerjaan baru yg warna-warni!!!*

Biarpun baru nyampe n duduk di kursi, biarpun pikiran masih di laporan keuangan KNSI n pengen beresin kwitansi2 KNSI, biarpun gi suntuuuk bgt, laper jg..
Teteup bisa ketawa2 ama mhs2ku tercinta. Heran deh, kok mereka tuh selalu punya bahan buat bikin aku ketawa yah?? Mulai dari yg kehabisan napas sejak masuk pintu ruanganku, ngajak maen superdeal (upss.. ) dengan taruhan IMK ato Ektek, terkagum2 liat nilai sendiri, curhat panjang lebar tentang aplikasi registrasi yg bisa ditinggal tidur sembari registrasi ulang..

Senengnya.. dapat kegiatan di tengah kepenatan ngitung duit n nyusun kwitansi KNSI.. :)

Feb 1, 2007

HIDUP SETIAP HARI

Bacaan : Amsal 15:13-31

Ketika Tamer Lee Owens merayakan ulang tahunnya yang ke-104, ia berterima kasih atas "tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil" yang membuatnya bertahan hidup. Wanita itu masih dapat menemukan sukacita setiap hari dengan mengobrol, berjalan-jalan, dan membaca Alkitab seperti yang telah dilakukannya sejak kecil. "Saya tidak tahu berapa lama lagi Dia mengizinkan saya tinggal di sini," katanya. "Saya hanya bersyukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan-Nya kepada saya."

Kebanyakan orang tidak mencapai usia 104 tahun, tetapi kita dapat belajar dari Tamer Lee bagaimana cara menikmati setiap hari yang diberikan kepada kita.

Tawa -- "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat" (Ams. 15:13). Kebahagiaan sejati dimulai jauh di lubuk hati kita dan terpancar di wajah kita.

Tuhan -- "Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan" (ay. 33). Jika Allah menjadi fokus utama hati kita, Dia dapat mengajarkan jalan-Nya kepada kita melalui setiap pengalaman hidup.

Hal-hal Kecil -- "Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian" (ay. 17). Memelihara hubungan yang penuh kasih dan menikmati hal-hal mendasar dalam hidup jauh lebih penting daripada kekayaan dan kesuksesan.

Tidak semua orang akan hidup hingga usia lanjut, tetapi kita dapat menjalani hidup dengan baik setiap hari -- melalui tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil --DCM

Dunia ini penuh dengan kebaikan --
Hal-hal kecil yang mendatangkan kesenangan --
Namun Kristus memenuhi hidup kita dengan sukacita
Yang melampaui segala harta dunia. --Sper

KEBAHAGIAAN BUKANLAH TUJUAN
MELAINKAN PERJALANAN HARI DEMI HARI

[sabda.org]

Pelajaran Bahasa Indonesia

Kelas yang tadi ribut-ribut tanpa guru, kini menjadi sunyi. Guru Bahasa Indonesia yang paling ditakuti dan disegani oleh semua murid telah masuk ke dalam kelas. Wajahnya garang seperti harimau kelaparan.

Murid-murid: Selamat pagi, Bu Guru!
Bu Guru (dengan suara melengking): Mengapa bilang selamat pagi saja? Kalau begitu siang, sore dan malam kalian mendoakan saya tidak selamat ya?
Murid-murid: Selamat pagi, siang dan sore Bu Guru.....
Bu guru: Kenapa panjang sekali? Tidak pernah orang mengucapkan selamat
seperti itu! Katakan saja selamat sejahtera, bukankah lebih bagus didengar dan penuh makna? Lagipula ucapan ini meliputi semua masa dan keadaan.
Murid-murid: Selamat sejahtera Bu Guru!
Bu guru: Sama-sama, duduk! Dengar baik-baik. Hari ini Bu Guru akan menguji kalian semua tentang lawanan kata atau antonim kata. Kalau Bu Guru sebutkan perkataannya, kalian semua harus cepat menjawabnya dengan lawan katanya, mengerti?
Murid-murid: Mengerti Bu Guru...

Guru: Pandai!
Murid-murid: Bodoh!
Guru: Tinggi!
Murid-murid: Rendah!
Guru: Jauh!
Murid-murid: Dekat!
Guru: Berjaya!
Murid-murid: Menang!
Guru: Salah itu!
Murid-murid: Betul ini!
Guru (geram): Bodoh!
Murid-murid: Pandai!
Guru: Bukan!
Murid-murid: Ya!
Guru (mulai pusing): Oh Tuhan!
Murid-murid: Oh Hamba!
Guru: Dengar ini...
Murid-murid: Dengar itu...
Guru: Diam!!!!!
Murid-murid: Ribut!!!!!
Guru: Itu bukan pertanyaan, bodoh!!!
Murid-murid: Ini adalah jawaban, pandai!!!
Guru: Mati aku!
Murid-murid: Hidup kami!
Guru: Saya rotan baru tau rasa!!
Murid-murid: Kita akar lama tak tau rasa!!
Guru: Malas aku ngajar kalian!
Murid-murid: Rajin kami belajar bu guru...
Guru: Kalian gila semua!!!
Murid-murid: Kami waras sebagian!
Guru: Cukup! Cukup!
Murid-murid: Kurang! Kurang!
Guru: Sudah! Sudah!
Murid-murid : Belum! Belum!
Guru: Mengapa kamu semua bodoh sekali?
Murid-murid: Sebab saya seorang pandai!
Guru: Oh! Melawan, ya??!!
Murid-murid: Oh! Mengalah, tidak??!!
Guru: Kurang ajar!
Murid-murid: Cukup ajar!
Guru: Habis aku!
Murid-murid: Kekal kamu!
Guru (putus asa): O.K. Pelajaran sudah habis!
Murid-murid: K.O. Pelajaran belum mulai!
Guru: Sudah, bodoh!
Murid-murid: Belum, pandai!
Guru: Berdiri!
Murid-murid: Duduk!
Guru: Bego kalian ini!
Murid-murid: Cerdik kami itu!
Guru: Rusak!
Murid-murid: Baik!
Guru (stres): Kamu semua ditahan siang hari ini!!!
Murid-murid: Kami sebagian dilepaskan tengah malam itu!!
Guru (pingsan) : toloooooong......
Murid-murid (panik) : .....#*$@#$##@$!!!!!

[dari milis tetangga]