Daisypath Anniversary tickers

Feb 28, 2008

Kartu Kredit Palsu

Polisi berhasil menangkap komplotan pembuat kartu kredit palsu. Berita ini saya dapatkan waktu saya lihat sebuah acara berita di TV-ONE yang baru saja lahir beberapa waktu lalu.

Diberita tersebut ditunjukkan bahwa komplotan ini menyimpan 7000 kartu kredit aspal alias "asli tapi palsu" mulai dari American Express, Citibank, HSBC, BII, BCA, BNI dan bank-bank lain.
Komplotan ini memiliki jaringan anggota sampai ke luar negeri yakni Malaysia dan Singapura jadi nggak heran kalau mereka bisa dapet bahan kartu plastik yang bagus dan mirip dengan aslinya.
Dalam melakukan kejahatannya, mereka juga memiliki komponen mesin gesek yang sudah dimodifikasi sehingga bisa menyimpan nomor2 kartu dan informasi lain yang disimpan dalam kartu kredit. Jadi mereka tinggal menyamar sebagai pegawai bank yang ingin melakukan service / perbaikan pada salah satu merchant kemudian menukar mesin gesek kartu kredit yang asli dengan mesin yang sudah dimodifikasi, kemudian setelah beberapa hari mesin tersebut ditukar lagi. Nah dari sinilah mereka bisa mendapatkan data-data kartu kredit yang pernah digesek dengan mesin mereka dan kemudian di duplikasikan ke kartu kredit palsu.

Apakah negara mengalami kerugian?
Menurut Ketua Asosiasi Kartu Kredit Indonesia Bapak Wiweko Probojakti, jika dalam 1 kartu kredit itu memiliki limit kredit 10juta dan dikalikan dengan 7000 maka negara dirugikan 70miliar rupiah. Namun, menurut data yang ada bahwa di Indonesia, transaski kartu kredit mencapai 72 triliun rupiah per tahun, jadi menurut Pak Wiweko "It's nothing lah..."
Nothing???? Kalau dibandingkan dengan 72 triliun jelas Nothing, tapi yang namanya kerugian kan pasti ada! Bisa apa negara ini dengan 70 miliar??? Banyak!

Bagaimana dengan perlindungan pengguna kartu kredit?
Memang, perlindungan sudah diberikan berlapis-lapis namun tetap saja tergantung dari pemakai kartu kredit itu sendiri. Kalau menggunakannya tidak hati-hati apalagi jika digunakan pada merchant yang kurang populer atau bertransaksi internet, tentunya bahaya penipuan alias fraud ini akan mengancam.
Pak Wiweko juga memberikan jaminan bagi pengguna kartu kredit yang merasa menjadi korban pemalsuan transaksi kartu kredit, yakni dengan membebaskan tagihan transaksi palsu tersebut. Tentu saja pengguna harus melapor ke bank penerbit dan membuat surat pernyataan bahwa transaksi pada waktu tertentu benar2 tidak dilakukan oleh pengguna, kemudian surat tersebut akan diteruskan oleh bank penerbit ke polisi untuk disidik lebih lanjut.

Well, disini semua bisa terjadi... Disini mana??? Sini niiy... (^_^)v

Feb 25, 2008

Handphone SPANYOL??

Tadi pagi abis nonton berita di Trans7 mengungkap tentang fakta peredaran handphone (sebut saja ‘hape’) di Indonesia. Dalam berita disebutkan bahwa jumlah hape yang beredar di Indonesia mencapai 23 juta unit hmm jumlah yang lumayan, tapi fakta lain juga menyebutkan bahwa jumlah hape yang beredar resmi dan tercatat pada badan pemerintah, setiap tahunnya hanya mencapai 1,6 juta unit (data tahun 2007). Jadi kalau mau dihitung prosentase hape yang resmi hanya 6,95% itu artinya 93,05% hape yang beredar itu tidak resmi alias illegal!!

Pertanyaannya: Apakah masih yakin bahwa hape yang dimiliki sekarang itu termasuk yang resmi atau tidak??? Hmm…kemungkinannya kecil sekali…

Ada istilah hape ‘spanyol’, ini bukan sebutan untuk hape yang berasal dari Spanyol tapi merupakan singkatan dari ‘SPAro NYOLong’ alias setengah mencuri. Inilah sebutan atau istilah yang terkenal dikalangan pelaku bisnis jual beli hape.
Lantas bagaimana cara meng-‘impor’ hape ini ke Indonesia? Ternyata hape-hape yang dikirim ke Indonesia dititipkan oleh kapal nelayan. Pada saat kapal muatan yang membawa hape gelap ini mencapai garis batas perairan Indonesia, maka kapal-kapal nelayan Indonesia akan mendekat dan melakukan transfer barang ke kapal-kapal nelayan. Jadi untuk bisa masuk ke Indonesia, kapal nelayan tersebut tidak perlu merapat pada pelabuhan-pelabuhan resmi pemerintah karena bisa berlabuh dimana saja sehingga terbebas dari pemeriksaan bea cukai.

Ada cara lain lagi yaitu dengan memberikan ‘upeti’ ke oknum bea cukai supaya bisa meloloskan barang yang diimpor. Cara ini mungkin sudah lama dan sudah sama-sama kita ketahui, namun cara ini ternyata juga tidak murah karena minimal ada 13 ‘pintu’ yang harus dilewati supaya barang gelap tersebut bisa berhasil memasuki pasar Indonesia.
Pada liputan itu ditayangkan pula kejadian sesungguhnya dimana ada sebuah kapal bernama KELUD yang merapat dan langsung diserbu oleh beberapa orang yang mayoritas justru ibu-ibu pada saat ada sejumlah barang-barang yang diturunkan dari kapal. Disini wartawan yang meliput diminta untuk tidak mengambil gambar, bahkan diusir dan diteriakin oleh ibu-ibu tersebut. Entah takut kegiatan mereka terbongkar atau entah mereka takut digosipin di infotainment, yang jelas ada penolakan.

Terus dimana letak mencurinya? Silakan terjemahkan sendiri menurut pandangan masing-masing... Yang jelas ada sesuatu yang tidak benar disini.

Fakta-fakta ini boleh dipercaya boleh tidak, toh yang namanya pemberitaan bisa jadi benar dan bisa jadi tidak benar… Yang jelas saya hanya menyampaikan fakta dan pendapat saya kalau-kalau itu benar, kalau itu ternyata tidak benar berarti itu hanya ke-betul-an saja, sementara ‘betul’ itu sama artinya dengan ‘benar’ hihihi…

Feb 22, 2008

English Proficiency Test (EPT)

EPT, itu singkatan dari judul posting kali ini dan juga akan dibahas perbedaan antara EPT dan TOEFL.
Hari ini pukul 08.00, aku barengan sama D'im punya agenda tes EPT di ITB. Dua minggu sebelumnya kami sudah mendaftar di UPT Bahasa ITB dengan persyaratan untuk mendaftar cukup sederhana, yaitu membayar Rp 55.000,-, fotokopi KTP 1 lembar, dan pas foto ukuran 3x4.
Pagi ini pukul 07.15 kami berangkat dengan diiringi suasana yang syahdu, langit mendung, gerimis yang cukup rapat sehingga kami terpaksa memakai jas hujan. Pukul 07.50 kami sampai dan langsung menuju tempat pendaftaran untuk menanyakan ruang ujian yang ternyata ada di lantai bawah.
Ruang ujian kami ada di ruang A. Aku duduk di booth no.13, sementara D'Im duduk di booth no.11 (sengaja dilewatin satu nomor niy sama petugas pendaftarannya...). Pukul 8 lewat akhirnya tes dimulai. Sekedar informasi, kami baru pertama kalinya mengikuti tes EPT ini. Kalau tes TOEFL mah...udah sering bahkan kami punya trik mengerjakan yang sama. Nah, tes berbahasa inggris yang satu ini memang jadi (setahu saya) standar baru untuk mengukur kemampuan berbahasa inggris seseorang. Tujuan kami mengikuti tes ini memang untuk melengkapi persyaratan dalam mendaftar kuliah S2 di ITB.
Karena EPT ini baru pertama kali kami ikuti, tentunya kami mencari informasi tentang bagaimana tes ini dilaksanakan, tapi setelah mencari kesana kemari ternyata informasi yang kami dapat sangat sedikit. Kami tetap saja tidak mendapatkan bayangan begaimana bentuk ujiannya nanti, apakah tes tertulis, multiple choice ataukah lisan? Karena di dalam jadwal pelaksanaan tes ini hanya berlangsung selama 1 jam alias 60 menit.
Begitu tes ini dimulai kami diberikan penjelasan oleh panitia bahwa EPT akan dilaksanakan dalam 3 (tiga) section:
- Section 1 : Listening
- Section 2 : Structure
- Section 3 : Reading and Vocabulary
dan semuanya multiple choice
Lahh?? Kok sama aja kayak TOEFL??
Iya betul, memang sama section-sectionnya tapi ada yang berbeda yakni jumlah soal dan waktu pelaksanaannya (masa siy cuma itu bedanya?).

Mari kita bahas lebih dalam...

Section 1 - Listening
Terdiri dari 20 (dua puluh) soal, dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 25 menit, disini memakai istilah 'kurang lebih' karena menggunakan media yang recorded (rekaman).
Kalau listening TOEFL, soal diperdengarkan dalam bentuk conversation antara dua orang dan berdurasi pendek. Nah, kalau EPT, soal diperdengarkan dalam bentuk penjelasan oleh seseorang (bisa cowok atau cewek). Jadi disini kita diminta untuk mendengarkan sebuah penjelasan tentang suatu hal yang spesifik (mirip dosen yang lagi memberi kuliah) dan durasinya cukup panjang kurang lebih 2-3 menit. Bisa jadi hal yang dibahas tentang biologi, chemical, politik atau penjelasan tentang bagaimana melakukan registrasi untuk masuk ke asrama dan lain sebagainya. Dalam satu penjelasan akan diberikan 2-4 pertanyaan yang mengacu pada penjelasan itu, jadi disini kita dituntut untuk betul-betul paham dengan penjelasan yang disampaikan. Seru kan???
Disini kami mengalami kesulitan karena kami susah sekali berkonsentrasi, apalagi kalau suara yang muncul adalah suara pria yang berkesan 'tebel' dan 'nge-bass', bener-bener susah untuk dicerna lagi ngomong apa karena pronounciation-nya ga jelas. Soal yang diberikan pun ada yang tidak tersurat, jadi untuk bisa menjawabnya kita harus menyimpulkan dulu penjelasan tadi.

Section 2 - Structure
Terdiri dari 25 (dua puluh lima) soal multiple choice, dilaksanakan dalam waktu 20 menit saja, jadi waktu untuk mengerjakan satu soal tidak sampai 1 menit.
Pada TOEFL, ada bentuk soal yang hanya mencari pada bagian kalimat yang mana yang structure-nya salah. Pada EPT, semua soalnya mengisi bagian yang kosong atau melengkapi kalimat. Yang membuat EPT lebih susah (menurut saya) karena bagian yang kosong itu harus diisi mulai dari bentuk yang sederhana sampai yang kompleks. Yang sederhana siy paling cuma mengisi 'a', 'is', atau verbs bentuk I, II, III. Kalau yang kompleks, kita disuruh untuk mengisi kalimat, jadi pilihannya adalah bentuk-bentuk kalimat dengan structure yang berbeda-beda tapi basic noun dan verb-nya sama. Jadi kita harus memikirkan seluruh komponen structure yang lengkap karena hampir semua jawabannya betul! Pusing deh..sumpah!

Section 3 - Reading and Vocabulary
Terdiri dari 30 (tiga puluh) soal multiple choice, dilaksanakan dalam waktu 25 menit saja, jadi waktu untuk mengerjakan satu soal tidak sampai semenit juga!
Disini kami benar-benar dikejar waktu, gimana nggak stress baru ngerjain kira-kira 10 soal tiba-tiba diumumkan kalau waktu tinggal 10 menit lagi??!!
Di section ini diberikan 3 (tiga) buah bacaan yang (menurut saya) semuanya panjang-panjang. Pada halaman contoh diberikan bacaan yang tidak lebih dari 10 baris, nah disoal yang muncul malah lebih dari 20 baris! Kancrut dah ah....!
Biasanya kalau mengerjakan TOEFL saya punya trik untuk langsung membaca soalnya dan mencari jawabannya di bacaan. Untuk bacaan yang pertama saya menerapkan trik serupa tapi gagal karena ternyata jawaban dari pertanyaan yang muncul harus dipikirin dulu alias diolah dulu baru bisa jawab. Soal yang muncul kebanyakan diawali dengan 'Why' yang artinya 'kenapa' nah ini kan pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan 1 atau 2 kata. Benar saja, jawaban yang tersedia di multiple choice itu tidak jawaban pendek tapi panjang alias satu kalimat! Pantesan susah kalo mau menerapkan trik yang pertama. Akhirnya di bacaan kedua saya ubah triknya, yaitu dengan trik yang sudah seharusnya dilakukan yaitu membaca dan memahami dulu semuanya secara lengkap, baru deh jawab soal. Dengan cara seperti ini ternyata (menurut saya lagi) dirasa lebih mudah dalam menjawab soal. Jadi kunci sukses di section ketiga ini adalah kecepatan membaca dan memahami bacaan dalam bahasa inggris.

Kesimpulan (lagi-lagi menurut saya):
EPT benar-benar menguji kemampuan berbahasa inggris lebih komprehensif.

[IMA]
Setuju.. Pusingnya blm ilang ni, sampai jam segini!
Mas, mas.. daftar lagi yuk, buat EPT berikutnya..
Tp kali ini belajar dulu ya.. Hehehehe.

Feb 20, 2008

Everybody, Somebody, Anybody and Nobody

Sambil nunggu waktu bertugas, iseng2 belajar English. Belajar pronouns, dapet cerita pendek lucu. Udah pernah baca sih, tp tetep senyum pas baca lagi. Berikut ceritanya:

That’s Not My Job!
This is a story about four people named Everybody, Somebody, Anybody and Nobody.
There was an important job to be done and Everybody was sure that Somebody would do it.
Anybody could have done it, but Nobody did it. Somebody got angry about that, because it was Everybody’s job. Everybody thought Anybody could do it, but Nobody realized that Everybody wouldn’t do it.
It ended up that Everybody blamed Somebody when Nobody did what Anybody could have done.


Hehe.. English tu lucu, ya?

Feb 19, 2008

Mudik..

Tadi pagi, si mbak pulang kampung karena ayahnya sakit dan harus masuk rumah sakit. Semoga cepet sembuh ya Pak!

Yahh.. beberapa hari ke depan bakal ga ada yang bisa diajak rebutan channel TV, ga bisa nitip beliin air ledeng buat keramas, ga bisa ribut soal menu masakan, ga bisa nunjuk2 kl belakang sofa belum disapu, ga bisa ngingetin kl salah naruh baju, ga ada yg diteriakin kl ada tamu ato tukang sayur, ga ada dengung radio kehabisan acara pas tidur malem, ga ada yg dijeritin kl ada cacing di kamar mandi, ga bisa nyuruh2 ke warung buat beli kerupuk, ga ada..

Hehe.. walaupun banyak jeleknya, ternyata udah banyak kenangan dia di rumah selama 3 bulan bantu bersih2 n masak. Jadi banyak yg harus kukerjakan sendiri [lagi] beberapa hari mendatang..