Daisypath Anniversary tickers

Jan 2, 2012

Tantrum (???)


Beberapa hari ini Gendis suka tiba2 nangis meraung-raung, memekakkan telinga. Dari komentar temen2 di status facebook-ku, konon katanya ini tanda2 tantrum. Jadi penasaran dan baca2 tentang tantrum.


Tulisan-tulisan yang kutemukan tentang tantrum menyatakan bahwa temper tantrum (atau biasa disebut tantrum saja), adalah akibat dari sebuah fase normal anak yang sedang dalam tahap mempelajari emosi. Singkatnya, tantrum biasanya muncul saat sang anak merasa kesulitan mengkomunikasikan maksudnya pada orang lain di sekitarnya. Hal ini jadi wajar karena keterbatasan kemampuan anak dalam berkomunikasi. Mungkin pikirnya, "bunda nih kok nggak ngerti sih, aku mau ini?" atau "ayah kok malah sibuk sendiri sih, bukannya temenin aku di situ?"


Sedih dan kesel rasanya lihat Gendis yang biasanya manis dan menyenangkan, tiba-tiba meraung-raung ga jelas apa maunya. Kalau sudah begitu, apapun yang dilakukan oleh siapapun bakal salah buatnya: "bunda nggak disituuuuuu", "ga mau sama ayahhhh", "nggakkkkk", dst. semuanya disampaikan dalam nada tinggi dan suara lantang. Ya ampunnn..


Berikut adalah tips mengatasi temper tantrum anak (sumber Koran Tempo, 1 April 2007)

  1. tetap tenang. beri anak waktu menguasai diri
  2. jangan hiraukan anak hingga dia bisa lebih tenang
  3. lakukan apapun yang sedang anda lakukan selama masa tantrum berlangsung
  4. jangan memukul atau melakukan hukuman fisik apapun
  5. jangan menyerah pada tantrum anak, begitu menyerah mereka akan belajar mempergunakan perilaku tak pada tempatnya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
  6. jangan menyuap anak dengan hadiah untuk menghentikan tantrum. Anak-anak akan belajar bertindak tak semestinya untuk mendapatkanya
  7. singkirkan barang-barang yang berpotensi bahaya dari jangkuan anak-anak
 Hufffhh. Idenya sih bagus. Tapi sepertinya bakal susah banget untuk tetap tenang dan bertingkah biasa saat Gendis tantrum. Semoga Gendis nggak tantrum lagi dan nggak jadi kebiasaan deh. :)

NB. Ulasan yg cukup lengkap, plus tanya jawab di bagian komentar, ada di http://www.rumahbunda.com/psychology/temper-tantrum-pada-anak/

No comments: