Daisypath Anniversary tickers

Nov 3, 2007

The Wedding



Kemarin sempet menghadiri sebuah pernikahan salah satu kerabat di Jakarta. Hmm.. walau sudah belasan acara pernikahan -dengan segala adat dan gaya- pernah kuhadiri, ada yg berbeda dengan pernikahan kali ini. Biasanya, bahkan jika aku hanya hadir sebagai tamu undangan yang cuma duduk-diam-mendengarkan, senyum selalu terkembang sepanjang acara. Rasa bahagia mau tak mau selalu muncul melihat senyum dan keceriaan mempelai berdua. Biasanya, ruang tempat berlangsungnya acara pernikahan yang berhias rangkaian bunga dan segala hal cantik selalu dipenuhi kerabat dan rekan mempelai dan kedua keluarga mempelai yang berdandan istimewa demi memeriahkan acara tersebut. Biasanya, berbagai acara dan hidangan disiapkan seoptimal mungkin demi menjamu para hadirin. Biasanya, senyum tawa membanjiri ruangan yang tak pernah cukup untuk menampungnya.

Pernikahan yang kuhadiri kemarin, sungguh berbeda. Walaupun kerabat, kami -aku, ibu dan bapak- baru memperoleh kepastian tentang waktu pelaksanaan pernikahan, malam sebelumnya. Dengan persiapan seadanya dan penuh tanda tanya, kami berempat -aku, bapak, ibu, m'Gun- berangkat ke Jakarta hari Jumat pagi.

Setelah sempat diundur karena berbagai alasan, pernikahan tersebut akhirnya dimulai sekitar pukul 13.00 dan berlangsung selama sekitar 1 jam. Dengan dihadiri kalangan terbatas (14 orang termasuk mempelai), kedua mempelai mengikrarkan janji setia mereka di hadapan seorang pemuka agama. Simple, sangat sederhana, sangat mudah, sangat cepat, dan sangat.. tidak biasa.

Masa sih, nikah tuh segampang itu? Masa sih, nikah tuh sekedar tanda tangan di atas selembar kertas putih bermeterai (meterai-ku, lagi!)? Masa sih, yg kulihat itu bisa disebut pernikahan?

Sore itu kami pulang (ke semarang) bersama ibu, kakak dan adik mempelai perempuan dengan beban pertanyaan yang jauh lebih berat. Tapi setidaknya, kami yakin.. mempelai berdua berbahagia setelah tercapai keinginannya. Yahh.. semoga awal yang sederhana itu merupakan awal kebahagiaan yang besar dan terus bertambah besar bagi keluarga baru tersebut.

Selamat ya.. mbak Ayu, mas Stanley! (ga yakin, bener ga ya nulis nama kakak ipar baru ini. hehe..)

[Guntur]
Stanly
Stanli
Stenli
Stenley
Stenliy
Silakan dipilih2 mana yang bener hehehehe...

Selamat buat Mbak Ayu n Mas Stanley (ga yakin juga bener ato ga ya?)
Yang penting tetap saling menghormati dan saling menjaga bagaimanapun prosesinya yang penting pernikahan adalah sakral dan harus kita hormati bersama.
Sekali lagi profisiat!

No comments: